Bapak Parno Sumodimejo adalah seorang penggemar porno kelas berat dan cabul dia gak suka jika yang namanya pornografi diberantas dengan undang undang anti kepornoan, Apalagi melihat ditelevisi lokalisasi wanita tuna susila diobrak abrik dan dibubarkan, dia akan geram dan marah marah ditempat kepada aparat yang tega mengusik kesenangannya. Sungguh begitu sedihnya Bapak Parno jika tahu majalah yang memuat gambar wanita setengah telanjang yang menjadi koleksi dikamarnya sudah tak beredar lagi. Bagi Pak Parno pornografi itu tak perlu diberantas atau dilarang. jelas percuma, lha itu merupakan bagian dari kebutuhan laki laki atau laki laki yang pura pura jijik melihat gambar begituan tapi tetap saja membelinya dan dilihat atau dibaca secara sembunyi sembunyi, buktinya majalah yang begituan selalu laris manis dari pada yang isinya politik atau opini opini yang bikin kepala tambah mumet.
Sekarang majalah itu sudah tidak beredar lagi, Namun porno itu tetap ada dan malahan tambah parah dengan adanya gambar gambar telanjang internet dan video video mesum bikinan asli anak anak zaman sekarang. Zaman semakin bejat atau memang akibat dari pengaruh kebebasan seks dari dunia luar yang masuk secara tak terbendung melalui kecanggihan tekhnologi? Entahlah..yang jelas yang namanya porno itu tak mungkin bisa diberantas karena sudah bagian dari kodrat alam, Jadi ya..nyapek nyapekin aja pake acara bikin undang undang segala… Seumpama undang undang itu lahir dan pelanggarnya dihukum apa mereka akan jera?? Bapak Parno Sumodimejo bilang Tidak!! Porno akan tetap ada dan semakin berkembang tak terbendung. Mendingan buat undang undang anti kekacauan dan ketidak adilan saja dimuka bumi ini itu lebih bermanfaat.
Lokalisasi wanita tuna susila dilarang akibatnya malah perselingkuhan dan pemerkosaan atau perzinahan bisa terjadi dimana mana. Sekali lagi itu sudah bagian dari kodrat alam ini yang jika dilarang atau diberantas akan mencari tempat dengan sendirinya tanpa kita tahu. Umpama kita beruntung dilahirkan jadi orang ganteng, kaya dan terhormat, Bisa mudah punya istri dan pacar yang cantik dan putih mulus gak perlu pornografi, Lha wong sudah mendapatkan semua bentuk kemolekan dari seorang wanita. Tak perlu lari kelokalisasi dan koleksi pornografi, Namun Bapak Sumo Dimejo dan kawan kawan adalah orang orang melarat dan kampungan yang dijauhi wanita. Dan rata rata punya hasrat seksual yang sama tentu juga punya hak untuk mewujudkan itu tanpa berselingkuh, berzina ataupun tindakan amoral lainnya. Sekarang yang perlu kita sikapi adalah menerima arus kebejatan moral itu dengan menutup mata dan hati bagi yang gak suka, jika yang suka agar bisa segera bosan dan rasa ingin tahunya terlampiaskan. Niscaya semua ini akan segera terlewati dengan sendirinya. kita bertanggung jawab terhadap anak anak dan adik adik kita dengan memberi pengawasan dan pendidikan akhlak yang baik.. Biarlah anak anak dan adik adik kita sembunyi sembunyi untuk menonton namun mereka sudah kita bekali dengan pola pikir dan akhlak yang baik, Tentu dengan begitu arus kebebasan seks diNegara ini tak akan mempengaruhi mereka untuk ikut ikutan berbuat bejat seperti Bapak Parno Sumodimejo dan kawan kawannya.
Permalink
Tinggalkan sebuah Komentar